Sabtu, 06 Oktober 2012

LAPORAN PRAKTIKUM KELOMPOK 6


PRAKTIKUM II
NETSTAT, TRACEROUTE, DAN NETWORK MAPPER

A.           TINJAUAN PRAKTIKUM
1.      Untuk mengetahui cara mengatur konfigurasi IP pada system operasi Linux.
2.      Dapat memahami analisa dan hasil dari konektivitas ke host lain.
3.      Dapat memahami analisa dan hasil rute paket ked an port yang terbuka pada host local dan host lain.
4.      Dapat menganalisa dan hasil yang membuka port di computer local dengan network mapper.
5.      Dapat menganalisa dan hasil IP asal, IP tujuan, port asal, port tujuan dalam sebuah sesi koneksi.

B.                 ALAT DAN BAHAN
1.      Pc yang bersystem operasi Linux.
2.      Kabel Straight dan Crossover.
3.      Hub.

C.                DASAR TEORI
 TRACEROUTE
            Traceroute digunakan untuk mengirimkan secara serempak sebuah urutan paket dengan menambah nilai TTL (Time to Live). Ketika sebuah router lanjutan menerima sebuah paket terusan,maka akan mengurangi nilai TTL sebelum meneruskannya ke router berikutnya. Pada saat itu jika nilai TTL pada sebuah paket mencapai nilai nol sebuah pesan “time exceeded” akan dikirim balik ke host asal. Dengan mengirimkan paket dengan nilai TTL 1 akan memperbolehkan router pertama didalam jalur paket untuk mengembalikan pesan “time exceeded” yang akan memperbolehkan / mengizinkan attacker untuk mengetahui IP address router pertama. Kemudian paket berikutnya dikirimkan dengan menambahkan nilai 1 pada TTL, sehingga attacker akan mengetahui setiap loncatan antara host asal deng Kemudian paket berikutnya dikirimkan dengan menambahkan nilai 1 pada TTL, sehingga attacker akan mengetahui setiap loncatan antara host asal dengan target host. Dengan menggunakan teknik ini, attacker tidak hanya mengetahui jejak jalur sebuah paket saat menuju target tetapi juga memberikan informasi topologi target network. Informasi ini sangat penting untuk attacker didalam melakukan perencanaan penyerangan ke sebuah network.


NETSTAT
Netstat (NETwork STATistics) adalah command-line tool yang menyediakan informasi tentang konfigurasi jaringan dan aktifitasnya.
-Untuk menampilkan routing table:
#netstat –rn
-> -r : Kernel routing table
-> -n : Menampilkan alamat numeric
- Untuk menampilkan statistic interface:
#netstat –i
-> -i : Interface
- Untuk menampilkan informasi tambahan interface :
#netstat –ie
-> -i : Interface
-> -e : Extended information
Command ini sama dengan perintah “ifconfig -a”
-Untuk menampilkan soket network :
#netstat –uta
-> -u : UDP
-> -t : TCP
-> -a : ALL
Kemungkinan yang muncul dari status soket adalah sebagai berikut :
ESTABLISHED : koneksi terjalin
SYN_SENT : Soket berusaha untuk menjalin koneksi
SYN_RECV : Request koneksi sudah diterima dari network
FIN_WAIT1 : Soket close, dan koneksi shutdown
FIN_WAIT2 : Soket close, dan soket menunggu sisi remote shutdown
TIME_WAIT : Soket menunggu setelah close untuk menangani paket yang masih di network
CLOSED : Soket tidak digunakan
CLOSE_WAIT : Sisi remote sudah shutdown, menunggu soket close.
LAST_ACK : Sisi remote sudah shutdown, menunggu soket close.
LISTEN : Soket sedang menerima koneksi
CLOSING : 2 sisi soket shutdown
UNKNOWN : Meneketehe
-Untuk menampilkan semua soket yang open (info tambahan) :
#netstat –aute
->-a : ALL
->-u : UDP
->-t : TCP                                                                                                                                     
->-e : Extended
-Untuk menampilkan semua soket yang listen
#netstat –lt
->-t : TCP
->-l : Status Soket
-Untuk menampilkan kesimpulan statistic dari tiap protocol
#netstat –s
->-s : Summary statistic dari tiap protocol
NETWORK MAPPER
Nmap adalah utilitas kemanan open-source yang powerfull untuk mengaudit kemanan dan eksplorasi jaringan. Perangkat lunak ini dibuat oleh Fyodor dan bias didapatkan secara free. Nmap didesain secara cepat memindai jaringan besar maupun kecil dengan menggunakan paket raw IP untuk mengetahui host yang ‘up’ dalam jaringan, servis yang dijalankan, sistem operasi yang dijalankan dan versinya, tipe packet-filter/firewall yang digunakan dan berbagai macam karakteristik lainnya.
Teknik Scanning
Nmap didukung oleh berbagai macam teknik scanning dari TCP connect(), TCP SYN (half open), UDP, ftp proxy (bounce attack), reverse-ident, ICMP (ping sweep), ICMP (ping sweep), Xmas Tree, FIN, ACK Sweep, NULL, SYN sweep, dan IP Protocol.
Fitur Advanced
Selain teknik scanning yang banyak, nmap juga menyediakan beberapa fitur advanced yaitu deteksi remote OS melalui TCP/IP fingerprint, stealth scanning, dynamic delay dan retransmission calculation, parallel scanning, deteksi host yang down melalui parallel ping, decoy scanning, deteksi port filtering, direct (non-portmap-per) RPC Scanning, fragmentation scanning, serta spesifikasi target dan port yang fleksibel. Fitur advanced yang disediakan nmap membuatnya lebih.
Menjalankan Nmap
Untuk dapat menjalankan nmap anda dapat menggunakan hak pengguna biasa, tetapi ada beberapa fitur dan teknik yang membutuhkan hak root karena melibatkan antarmuka kernel yang kritikal seperti raw socket. Hasil scanning nmap biasanya adalah daftar port ‘menarik’ yang terbuka, difilter atau tidak dari host target. Nmap selalu memberikan layanan untuk “well-known-port” (jika ada), nomor, status, dan protocol.


State
State pada nmap adalah “open”, ”filtered”, dan “unfiltered”. Open berarti mesin target dapat menerima koneksi pada port tersebut. Filtered berarti ada sebuah firewall, packet-filter, atau device jaringan yang menghalangi port dan mencegah nmap untuk menentukan port yang terbuka. Unfiltered berarti port yang diketahui oleh nmap tertutup dan tidak ada firewall atau packet-filter yang menutupi. Unfiltered port adalah kasus umum yang hanya terlihat ketika sebagian besar port yang di-scan adalah dalam keadaan filtered.
Dengan teknik dan fitur diatas, nmap dapat dijadikan sebagai utilitas network handal untuk mengaudit jaringan dan securitinya. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan nmap, tergantung dari option yang digunakan, termasuk TCP sequentiality, nama pengguna yang menjalankan program untuk servis pada port tertentu, DNS name, smurf alamat host, dan lain-lain. Selain berjalan di console, nmap juga mempunyai front-end yaitu nmapfe yang cukup bagus.
D.           LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM
Sebelum melakukan praktikum, lakukan konfigurasi IP dengan cara sebagai berikut :
Sudo nano/etc/network/interfaces

Isikan
Auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.17.8.x
netmask 255.255.255.0
gateway 10.17.8.254
Simpan dengan Ctrl+O, enter dan keluar dengan CTrl+X
Kemudian setting repository ke http://ubuntu.tk.polsri.ac.id atau http://kambing.ui.edu . Setelah itu lakukan instalasi beberapa aplikasi berikut :
1.      Traceroute
2.      Nmap

LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM
   1.      Mengecek koneksitas ke host lain !
-10.10.1.1                -202.9.69.2
-10.17.4.1                -10.10.1.10
-202.9.69.9
[user@linux/]#ping [ip_host lain]
Tulis dan jelaskan output perintah diatas !

   2.      Menganalisa rute paket ke hostb tujuan
Amati rute paket ke host seperti pada no 1
Dengan perintah :
[user@linux/]#traceroute [host_tujuan]
Tulis dan jelaskan output perintah diatas !

   3.      Menganalisa servis yang membuka port di computer local
Amati port berapa saja yang terbuka pada computer anda dengan perintah netstat
[user@linux/]#netstat –listening|more
Tulis dan jelaskan output perintah diatas !

   4.      Menganalisa servis yang membuka port di computer local dengan Network Mapper
Amati port berapa saja yang terbuka pada computer anda dengan Network Mapper
[user@linux/]# sudo nmap localhost
Tulis dan jelaskan output perintah diatas !

   5.      Menganalisa IP asal, IP tujuan, port asal, port tujuan dalam sebuah sesi koneksi
a.       Menganalisa paket dari computer local
·         Lakukan SSH ke computer server
[user@linux/]#ssh [ip_server]
·         Amati IP asal, IP tujuan, port asal, port tujuan yang anda gunakan pada sesi koneksi tersebut
[user@linux/]#netstat |grep ESTABLISHED
            Tulis dan jelaskan output perintah diatas !
           b.       Menganalisa paket yang MENUJU ke computer local (dari computer tetangga)
                 [user@linux/]#netstat |grep ESTABLISHED
                Tulis dan jelaskan output perintah diatas ! 
6.6. [user@linux/]#tcpdump –I eth/0/1/2


Jawaban:
Ip :            10.10.1.1
     10.17.4.1
     202.9.69.9
     202.9.69.2
     10.10.1.10
1. [user@linux/]#ping [ip_host lain]
Output nya yaitu :
root@ubuntu:/home/kelompok6# ping 10.10.1.1
PING 10.10.1.1 (10.10.1.1) 56 (84) bytes of data
64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 1 ttl = 62 time = 0.259ms
64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 2 ttl = 62 time = 0.272ms
64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 3 ttl = 62 time = 0.207ms
64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 4 ttl = 62 time = 0.291ms
64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 5 ttl = 62 time = 0.438ms
64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 6 ttl = 62 time = 0.326ms
Dari output diatas maka dapat diketahui bahwa terdapat balasan saat kita melakukan PING, pada saat kita ping ke IP 10.10.1.1 maka balasan nya adalah sebagai berikut :
·       64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 1 ttl = 62 time = 0.259ms
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (10.10.1.1.) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dan time=0.259ms
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.259 ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu 0.259 untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
·       64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 2 ttl = 62 time = 0.272ms
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (10.10.1.1.) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dan time=0.272ms
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.272 ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu 0.272 ms untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
·       64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 3 ttl = 62 time = 0.207ms
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (10.10.1.1.) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dan time=0.207ms
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.207 ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu 0.207 untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
·       64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 4 ttl = 62 time = 0.291ms
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (10.10.1.1.) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dan time=0.291ms
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.291 ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu 0.291 untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
·       64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 5 ttl = 62 time = 0.438ms
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (10.10.1.1.) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dan time=0.438ms
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.438 ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu 0.438 untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
·       64 bytes from 10.10.1.1 : icmp-req = 6 ttl = 62 time = 0.326ms
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (10.10.1.1.) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dan time=0.326ms
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.326 ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu 0.326 untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
root@ubuntu:/home/kelompok6# ping 10.17.4.1 (Tidak ada balasan)

root@ubuntu:/home/kelompok6# ping 202.9.69.9
PING 202.9.69.9 (202.9.69.9) 56 (84) bytes of data
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 1 ttl = 126 time = 0.291ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 2 ttl = 126 time = 0.246ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 3 ttl = 126 time = 0.313ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 4 ttl = 126 time = 0.318ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 5 ttl = 126 time = 0.310ms
Dari output diatas maka dapat diketahui bahwa terdapat balasan saat kita melakukan PING, pada saat kita ping ke IP 202.9.69.9 maka balasan nya adalah sebagai berikut :
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 1 ttl = 126 time = 0.291ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 2 ttl = 126 time = 0.246ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 3 ttl = 126 time = 0.313ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 4 ttl = 126 time = 0.318ms
64 bytes from 202.9.69.9 : icmp-req = 5 ttl = 126 time = 0.310ms
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (202.9.69.9) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=126 dengan time=0.291ms untuk icmp-req = 1, time=0.246ms untuk icmp-req = 2, time=0.313ms untuk icmp-req = 3, time=0.318ms untuk icmp-req = 4, dan time=0.310ms untuk icmp-req = 5
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.291 ms, time = 0.246ms, time = 0.313ms, time = 0.318ms, dan time = 0.310ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
root@ubuntu:/home/kelompok6# ping 202.9.69.2
PING 202.9.69.2 (202.9.69.2) 56 (84) bytes of data
64 bytes from 202.9.69.2 : icmp-req = 1 ttl = 62 time = 0.244ms
64 bytes from 202.9.69.2 : icmp-req = 2 ttl = 62 time = 0.180ms
64 bytes from 202.9.69.2 : icmp-req = 3 ttl = 62 time = 0.176ms
64 bytes from 202.9.69.2 : icmp-req = 4 ttl = 62 time = 0.178ms
64 bytes from 202.9.69.2 : icmp-req = 5 ttl = 62 time = 0.176ms
Dari output diatas maka dapat diketahui bahwa terdapat balasan saat kita melakukan PING, pada saat kita ping ke IP 202.9.69.2 maka balasan nya adalah sebagai berikut :
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (202.9.69.2) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dengan time=0.244ms untuk icmp-req = 1, time=0.180ms untuk icmp-req = 2, time=0.176ms untuk icmp-req = 3, time=0.178ms untuk icmp-req = 4, dan time=0.176ms untuk icmp-req = 5
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.244 ms, time = 0.180ms, time = 0.176ms, time = 0.178ms, dan time = 0.176ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.
root@ubuntu:/home/kelompok6# ping 10.10.1.10
PING 10.10.1.10 (10.10.1.10) 56 (84) bytes of data
64 bytes from 10.10.1.10 : icmp-req = 1 ttl = 62 time = 0.308ms
64 bytes from 10.10.1.10 : icmp-req = 2 ttl = 62 time = 0.252ms
64 bytes from 10.10.1.10 : icmp-req = 3 ttl = 62 time = 0.248ms
64 bytes from 10.10.1.10 : icmp-req = 4 ttl = 62 time = 0.255ms
64 bytes from 10.10.1.10 : icmp-req = 5 ttl = 62 time = 0.249ms
Dari output diatas maka dapat diketahui bahwa terdapat balasan saat kita melakukan PING, pada saat kita ping ke IP 10.10.1.10 maka balasan nya adalah sebagai berikut :
Balasan tersebut menjelaskan bahwa  proses ping tersebut menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Jadi saat kita melakukan ping ke komputer lain digunakanlah protokol ICMP untuk mengirim ECHO REQUEST ke komputer tujuan. ECHO REQUEST merupakan tipe pesan yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer tujuan (10.10.1.10) tersebut hidup atau mati (atau dalam kondisi tertentu tidak dapat dicapai). Untuk itu dia mengirimkan balasan yang menyatakan bahwa dia merespon panggilan yang dilakukan oleh komputer yang melakukan ping balasan tersebut . Dan komputer yang di tuju akan mengirimkan balasan dengan mengirimkan paket sebesar 64 bytes dengan TTL=62 dengan time=0.308ms untuk icmp-req = 1, time=0.252ms untuk icmp-req = 2, time=0.248ms untuk icmp-req = 3, time=0.255ms untuk icmp-req = 4, dan time=0.249ms untuk icmp-req = 5
TTL adalah time to live = angka maximum dari pc ketika me-reply paket ICMP disebut juga latency/delay sedangkan “time=0.308 ms, time = 0.252ms, time = 0.248ms, time = 0.255ms, dan time = 0.249ms” artinya dalam proses ping tersebut dibutuhkan waktu untuk mengirim dan mendapatkan balasan dari komputer tujuan.
Bytes yaitu secara default ukuran paket ICMP PING adalah 64 bytes.

2. [user@linux/]#traceroute [host_tujuan]
root@ubuntu:/home/kelompok6# 10.10.1.1
Traceroute to 10.10.1.1 (10.10.1.1), 30 hops max, 60 byte packets
1.    10.17.0.254 (10.17.0.254) 3.257 ms 3.442 ms 3.659 ms
2.    10.2.6.1 (10.2.6.1) 0.499 ms 0.514 ms 0.510 ms
3.    10.10.1.1 (10.10.1.1) 0.355 ms 0.366 ms 0.353 ms
Output perintah diatas menjelaskan bahwa kita akan menganalisa rute paket ke host tujuan, untuk sampai pada ip address 10.10.1.1 komputer kita melewati 3 buah jalur. Dimana jalur tersebut merupakan jalur terdekat antara host dengan tujuan. Disana terlihat bahwa terlebih dahulu kita melewati ip 10.17.0.254 kemudian diteruskan dengan 10.2.6.1, dan terakhir ip 10.10.1.1 dengan jumlah waktu yang berbeda-beda setiap hopsnya.
root@ubuntu:/home/kelompok6# traceroute 10.17.4.1
Traceroute to 10.17.4.1 (10.17.4.1), 30 hops max, 60 byte packets
1.    10.17.0.254 (10.17.0.254) 0.518 ms 2.018 ms 2.239 ms
2.    * * *
3.    * * *
4.    * * *
5.    * * *
6.    dst
Output perintah diatas menjelaskan bahwa kita akan menganalisa rute paket ke host tujuan, untuk sampai pada ip address 10.17.4.1 komputer kita melewati 1 buah jalur. Dimana jalur tersebut merupakan jalur terdekat antara host dengan tujuan. Disana terlihat bahwa terlebih dahulu kita melewati ip 10.17.0.254 dengan time 0.518ms, 2.018ms, dan 2.239ms, karena kita hanya melewati 1 jalur maka sisanya dilambangkan dengan * * *, sebab daftar interface router akan menampilkan hops sebanyak 30 karena sisanya di blok maka didaftar interface routernya akan ditampilkan * * *.

root@ubuntu:/home/kelompok6# traceroute 202.9.69.9
Traceroute to 202.9.69.9 (202.9.69.9), 30 hops max, 60 byte packets
1.    10.17.0.254 (10.17.0.254) 1.622 ms 1.804 ms 2.020 ms
2.    10.2.6.1 (10.2.6.1) 7.639 ms 7.656 ms 7.650 ms
3.    * * *
4.    * * *
5.    * * *
6.    dst
Output perintah diatas menjelaskan bahwa kita akan menganalisa rute paket ke host tujuan, untuk sampai pada ip address 202.9.69.9 komputer kita melewati 2 buah jalur. Dimana jalur tersebut merupakan jalur terdekat antara host dengan tujuan. Disana terlihat bahwa terlebih dahulu kita melewati ip 10.17.0.254 kemudian diteruskan dengan 10.2.6.1, pada daftar interface router karena kita hanya melewati 2 jalur maka sisanya dilambangkan dengan * * *, sebab daftar interface router akan menampilkan hops sebanyak 30 karena sisanya di blok maka didaftar interface routernya akan ditampilkan * * *.

root@ubuntu:/home/kelompok6# traceroute 202.9.69.2
Traceroute to 202.9.69.2 (202.9.69.2), 30 hops max, 60 byte packets
1.    10.17.0.254 (10.17.0.254) 2.171 ms 2.358 ms 2.557 ms
2.    10.2.6.1 (10.2.6.1) 0.523 ms 0.542 ms 0.537 ms
3.    lib.polsri.ac.id (202.9.69.2) 0.198 ms !x 0.207 ms !x 0.190 ms !x
Output perintah diatas menjelaskan bahwa kita akan menganalisa rute paket ke host tujuan, untuk sampai pada ip address 202.9.69.2 komputer kita melewati 2 buah jalur. Dimana jalur tersebut merupakan jalur terdekat antara host dengan tujuan. Disana terlihat bahwa terlebih dahulu kita melewati ip 10.17.0.254 kemudian diteruskan dengan 10.2.6.1, dan terakhir kita sampai ke IP 202.9.69.2 yaitu link lib.polsri.ac.id.
root@ubuntu:/home/kelompok6# traceroute 10.10.1.10
Traceroute to 10.10.1.10 (10.10.1.10), 30 hops max, 60 byte packets
1.    10.17.0.254 (10.17.0.254) 1.327 ms 1.515 ms 1.730 ms
2.    10.2.6.1 (10.2.6.1) 0.521 ms 0.542 ms 0.546 ms
3.    10.10.1.10 (10.10.1.10) 0.267 ms 0.280 ms 0.266 ms
Output perintah diatas menjelaskan bahwa kita akan menganalisa rute paket ke host tujuan, untuk sampai pada ip address 10.10.1.10 komputer kita melewati 2 buah jalur. Dimana jalur tersebut merupakan jalur terdekat antara host dengan tujuan. Disana terlihat bahwa terlebih dahulu kita melewati ip 10.17.0.254 kemudian diteruskan dengan 10.2.6.1, dan terakhir kita sampai ke IP 10.10.1.10

3. [user@linux/]#netstat –listening|more
root@ubuntu:/home/kelompok6# netstat –listening|more
Active Internet Connections (only servers)
Proto
Recv-Q
Send-Q
Local Address
Foreign Address
State
Raw
Raw
Raw
Raw
Raw
Raw
Raw
Raw
Raw
Raw
37632
46592
55552
64512
64512
64512
64512
75264
130816
130816
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : icmp
* : *
* : *
* : *
* : *
* : *
* : *
* : *
* : *
* : *
* : *
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
Active UNIX domain sockets (only servers)
Proto
RefCnt
Flags
Type
State
I-Node
Path
unix
2
[ACC]
STREAM
LISTENING
6515
@/com/ubuntu/upstart/

Disini kita akan menganalisa port berapa saja yang terbuka pada komputer, gunakan perintah seperti berikut di terminal [user@linux/]#netstat –listening|more
Output diatas menampilkan output berupa statistic socket yang terbuka yang statusnya LISTENING.
Active internet connections (w/o servers) menjelaskan bahwa jaringan yang terhubung adalah jaringan local dan tidak terhubung dengan internet. Karena jaringan kita berupa jaringan local maka komputer dianggap sebagai server.
Kemudian pada baris kedua table berisi lalu lintas data yang melalui protocol internet : 
1.    Proto menjelaskan protocol apa yang sedang digunakan oleh soket. Perlu diingat bahwa ada ada 3 jenis protocol yaitu TCP, UDP, RAW. Dalam table diatas terlihat bahwa protocol yang digunakan adalah TCP. Proto nya yaitu RAW
2.    Recv-Q menjelaskan besar paket yang diterima dari buffer antrian dimana satuan yang digunakan yaitu bytes. Misalnya 37632.
3.    Send-Q menjelaskan besar paket yang dikirim dari buffer antrian, satuannya adalah bytes. Send-Q pada output diatas adalah 0
4.    Local Address merupakan alamat IP komputer yang digabung dengan nomor port yang sedang digunakan. Local address nya yaitu * : icmp
5.    Foreign Address sama dengan Local Address, tetapi alamat IP dan Port yang ditampilkan bukan milik komputer local, melainkan milik dari remote host. Foreign address output diatas adalah * : *
6.    State merupakan status dari socket yang sedang terbuka. State output diatas adalah 7
Active UNIX domain sockets (w/o servers) menjelaskan bahwa socket yang aktif di dalam UNIX
Baris ke 4 adalah table yang berisikan lalu lintas data yang melalui domain UNIX :
1.    Proto menjelaskan protocol apa yang sedang digunakan oleh socket. Biasanya protocol yang digunakan yaitu UNIX.
2.    RefCnt menjelaskan jumlah referensi proses yang terjadi pada socket. RefCnt pada output diatas yaitu 2
3.    Flags menjelaskan koneksi socket yang terhubung. [ACC]
4.    Type merupakan tipe akses socket. STREAM berarti koneksi soket bertipe aliran data.
5.    State menjelaskan status dari socket yang sedang terbuka. Yang terbuka LISTENING
6.    I-Node merupakan ID proses yang sedang berjalan dalam socket.(6515)
7.    Path merupakan tempat proses yang berhubungan dengan socket yang sedang digunakan. @/com/ubuntu/upstart/

4.  [user@linux/]# sudo nmap localhost
root@ubuntu:/home/kelompok6# sudo nmap 10.17.0.192
Starting Nmap 5.21 (http://nmap.org) at 2012-10-03 15 : 48 WIT
Nmap scan report for 10.17.0.192 
Host is up (0.00001
2s latency).
All 1000 scanned ports on
10.17.0.192 are closed
Nmap done : 1 IP Address (1 hosts up) scanned in 0.16 seconds.
Output diatas menjelaskan :
·       Baris pertama merupakan baris yang berisikan informasi waktu dan tanggal Nmap mulai diaktifkan.
·       Sedangkan baris kedua Nmap scan report for localhost (10.17.0.192) membuktikan bahwa mesin yang sedang di scanning oleh nmap adalah localhost.
·       Host is up (0.000012s latency) merupakan host yang sedang di scanning dan telah aktif dengan waktu delay sebesar 0.000012 detik.
·       Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.32 seconds, pada baris ini menjelaskan informasi tentang port scanning yang sudah dijalankan. Scanning menggunakan nmap telah selesai, telah dilakukan scanning pada 1 IP Address, dan 1 host telah aktif. Waktu yang digunakan dalam proses scanning yaitu 0.16 detik.

HASIL GAMBAR :






5.  A.  [user@linux/]#ssh [ip_server]
Disini kita akan menganalisa paket yang menuju computer local (dari komputer tetangga), kemudian kita buka di terminal yang pertama kemudian masukkan perintah :
·       Ssh 202.9.69.9
root@ubuntu:/home/kelompok6# ssh 202.9.69.9
kelompok6@202.9.69.
9's password:_
·       Ssh 202.9.69.2
root@ubuntu:/home/kelompok6# ssh 202.9.69.2
     kelompok6@202.9.69.2's password:_
akan diminta PASSWORD, maka kita tekan CTRL+ALT+F2 untuk pindah terminal dua, lalu ketikkan perintah :
kelompok6@ubuntu:~$ netstat | grep ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:57104        202.9.69.9:33463       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:34840        202.9.69.9:33459       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:43037        10.17.4.1:33462         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:45351        10.17.4.1:33457         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:52519        10.17.4.1:33504         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:51250        10.17.4.1:33465         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:34107        10.17.4.1:33509         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:52546        202.9.69.9:33458       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:43337        10.17.4.1:33511         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:54092        10.17.4.1:33456         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:46931        10.17.4.1:33466         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:58214        10.17.4.1:33460         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:39273        10.17.4.1:33464         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:34416        202.9.69.9:33469       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:42608        202.9.69.9:33462       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:56440        202.9.69.9:33468       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:47484        10.17.4.1:33513         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:44677        10.17.4.1:33453         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:36743        10.17.4.1:33466         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:53395        202.9.69.9:33459       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:59293        10.17.4.1:33458         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:47005        10.17.4.1:33512         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:49311        10.17.4.1:33503         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:53151        10.17.4.1:33471         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:36010        202.9.69.9:33467       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:54444        202.9.69.9:33468       ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:36018        10.17.4.1:33464         ESTABLISHED
      Udp     0          0  10.17.0.192:46776        10.17.4.1:33463         ESTABLISHED

HASIL GAMBAR :



Adapun penjelasan dari output diatas yaitu :
·       10.17.0.192 merupakan IP asal (IP komputer kita) yang telah kita setting pada network interfaces sebelumnya.
·       57104  menandakan port asal yang digunakan
·       202.9.69.9 adalah IP tujuan.
·       Ssh adalah penamaan yang digunakan untuk port tujuan
·       ESTABLISHED untuk mengetahui suatu jaringan terjalin koneksi atau tidak

6.  [user@linux ~]#tcpdump –i eth0/1/2
  diubah menjadi
[user@linux ~]#tcpdump –i eth/0/1/2
Kelompok6@ubuntu:~$ sudo tcpdump –i eth1
tcpdump: verbose output suppressed, use –v or  -vv for full protocol decode
listening on eth1, link-type EN10MB (Ethernet), capture size 65535 bytes
16:02:27. 271195 STP 802.1w, Rapid STP, Flags [Learn, Forward, Agreement], bridge
-id 8000.00:18:6e:8c:66:e0.8006, length 47
16:02:29. 271732 STP 802.1w, Rapid STP, Flags [Learn, Forward, Agreement], bridge
-id 8000.00:18:6e:8c:66:e0.8006, length 47
16:02:29.850123 ARP, Request who-has 10.17.0.213 tell 10.17.0.213 tell 10.17.0.254, length 46
16:02:29.850912 IP 10.17.0.192.52311 > 10.10.1.1 domain: 37667+ PTR? 213.0.17.10 . in-addr.arpa. (42)
16:02:29.870727 IP 10.10.1.1.domain > 10.17.0.192.52311: 37667 MXDomain* 0/0/0 42)
16:02:29.870908 IP 10.17.0.192.34788 > 10.10.1.1 domain: 6964+ PTR? 254.0.17.10 . in-addr.arpa. (42)^Z
 [21]+ Stopped                                                   Sudo tcpdump –i eth1

HASIL GAMBAR :





Dari Output diatas maka dapat di jelaskan bahwa :
·       Perintah tcpdump memungkinkan kita menyimpan paket-paket yang ditangkap sehingga kita dapat menggunakan untuk analisis masa depan. File yang disimpan dapat dilihat dengan perintah tcpdump yang sama. Tcpdump adalah tools yang berfungsi mengcapture, membaca atau mendumping paket yang sedang
ditransmisikan melalui jalur TCP.
·       tcpdump -i eth0 / tcpdump -i eth1
Menangkap paket dari antarmuka ethernet tertentu. Ketika dieksekusi perintah tcpdump tanpa pilihan apapun, itu akan menangkap semua paket yang mengalir melalui semua interface.
·        Opsi -i memungkinkan untuk menyaring pada interface ethernet tertentu.


KESIMPULAN


Dari praktikum yang telah di lakukan dapat di ketahui bahwa:  
1.     Untuk terhubung ke jaringan, yang perlu kita lakukan pertama kali adalah menyetting IP address kita, dan jika ingin terhubung ke internet, kita juga harus menyetting DNS ataupun proxy (jika jaringan yang dituju menggunakan proxy).
2.      Dari praktikum yang kita lakukan, kita dapat memeriksa konektivitas ke host lain melalui perintah ping IP.
3.  Selain itu kita dapat menganalisa dan melihat port yang yang sedang ‘up’ dengan menggunakan nmap, memeriksa konfigurasi jaringan dengan netstat, mengetahui bagaimana cara melihat jalur koneksi dengan traceroute, serta memonitoring paket yang ada pada jaringan dengan perintah tcp dump.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar